• Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + NationUmat
  • Keanggotaan
  • Waqaf
No Result
View All Result
  • Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + NationUmat
  • Keanggotaan
  • Waqaf
No Result
View All Result
Al-Ittihadiyah
No Result
View All Result
Home Keislaman

Cendekiawan Indonesia-Malaysia Bahas Negara Madani di Tengah Dunia Multipolar

AI by AI
August 16, 2026
in Keislaman
0
Cendekiawan Indonesia-Malaysia Bahas Negara Madani di Tengah Dunia Multipolar
Narasumber dari kiri ke kanan Dr. Agus Wicaksono, Ketua Yayasan CDCC Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Steering Committee MCM Malindo Prof. Dr. R. Siti Zuhro dan serta Direktur Eksekutif CDCC Puti Hasanatu Syadiah, S.I.Kom., M.I.Kom.

Tagar.co – Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) bersama Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM) akan menggelar Persidangan Kedua Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (MCM Malindo/Madani Malindo) di Jakarta, 20–23 Agustus 2026.

Forum tersebut akan mempertemukan cendekiawan dan tokoh Indonesia-Malaysia untuk mempererat persaudaraan kedua negara serumpun sekaligus merumuskan gagasan mengenai Negara Madani dan posisi peradaban Melayu-Islam di tengah perkembangan dunia yang semakin multipolar.

Rencana penyelenggaraan Madani Malindo II disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Hadir sebagai narasumber Chairman CDCC Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Yayasan CDCC Prof. Dr. Didik J. Rachbini, Steering Committee MCM Malindo Prof. Dr. R. Siti Zuhro dan Dr. Agus Wicaksono, serta Direktur Eksekutif CDCC Puti Hasanatu Syadiah, S.I.Kom., M.I.Kom.

Madani Malindo berangkat dari kedekatan sejarah, budaya, agama, dan peradaban Indonesia-Malaysia sebagai dua bangsa yang tumbuh dari akar Dunia Melayu.

Meski perjalanan sejarah kemudian melahirkan sistem politik dan kenegaraan yang berbeda, keduanya dinilai memiliki modal sosial dan kultural yang besar untuk membangun kerja sama lebih substantif.

PSB PPIC eLKISI 2026-2027
Menyempurnakan Gagasan Negara Madani
Din Syamsuddin mengatakan, kelahiran MCM Malindo sejak awal berkaitan dengan upaya mendukung, mengembangkan, sekaligus menyempurnakan gagasan Negara Madani.

“Awal mula lahirnya MCM Malindo adalah untuk mendukung, mengembangkan, dan menyempurnakan gagasan Negara Madani,” ujarnya.

Menurut Din, gagasan Madani memiliki perjalanan intelektual yang panjang. Istilah masyarakat Madani pernah mengemuka di Indonesia pada pertengahan 1990-an dan kemudian berkembang menjadi bagian dari diskursus cendekiawan Muslim.

Din juga mengaitkannya dengan gagasan Madani yang kini menjadi slogan politik Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Menurutnya, gagasan tersebut pernah diungkapkan di Indonesia dalam Festival Istiqlal 1995 dengan istilah masyarakat Madani.

Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara dan Malaysia dengan sistem kenegaraan serta tradisi kerakyatannya dipandang perlu mencari titik temu dengan nilai-nilai dalam konsep Negara Madani.

Dalam perspektif yang lebih luas, Din melihat Indonesia dan Malaysia memiliki potensi menjadi dua kekuatan penting dalam mendorong kebangkitan peradaban Islam dari Asia Tenggara.

“Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara serumpun yang memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama dalam kebangkitan peradaban Islam di dunia,” katanya.

Negara Madani dalam Perspektif Pancasila
Steering Committee MCM Malindo Prof. Dr. R. Siti Zuhro menjelaskan, persidangan kedua tidak hanya membicarakan Negara Madani secara konseptual.

Forum tersebut juga akan mencoba merumuskan seperti apa konstruksi Negara Madani jika ditempatkan dalam konteks Indonesia.

“Acara ini akan mengulas bentuk Negara Madani yang kita bayangkan dan akan menyusun rancang bangun Negara Madani dalam perspektif Negara Pancasila,” ujar Siti Zuhro.

Dengan pendekatan itu, Madani Malindo II diharapkan mempertemukan gagasan universal mengenai masyarakat dan Negara Madani dengan karakter Indonesia sebagai Negara Pancasila.

Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana nilai-nilai Madani dapat diterjemahkan dalam kehidupan bernegara yang modern, demokratis, majemuk, tetapi tetap berakar pada identitas dan pengalaman historis masing-masing negara.

Dimensi lain yang akan menjadi perhatian adalah posisi peradaban Melayu-Islam di tengah perubahan konfigurasi dunia.

Agus Wicaksono mengatakan, dunia bergerak menuju tatanan yang semakin multipolar dengan munculnya berbagai pusat kekuatan ekonomi, politik, dan peradaban.

Karena itu, Indonesia dan Malaysia dinilai perlu mulai menawarkan gagasan yang lahir dari pengalaman dan tradisi peradabannya sendiri.

“Kita ingin mencari posisi peradaban Melayu-Islam di era yang sangat multipolar. Pada saat yang sama, kita ingin menawarkan alternatif ideologi dunia melalui gagasan Negara Madani,” kata Agus.

Memperkuat Diplomasi Masyarakat
Direktur Eksekutif CDCC Puti Hasanatu Syadiah menjelaskan, Madani Malindo juga menjadi bagian dari strategi CDCC dalam menjembatani dialog antarperadaban dan memperkuat diplomasi masyarakat.

Menurutnya, CDCC menjalankan peran dalam dialog peradaban Melayu-Islam sekaligus sebagai aktor second track diplomacy, khususnya jalur government to people.

Dalam kerja sama ini, CDCC mewakili masyarakat sipil Indonesia, sedangkan IKIM merupakan lembaga pemikir yang terkait dengan Pemerintah Malaysia.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak hanya dapat dibangun melalui hubungan formal antarpemerintah.

Cendekiawan, lembaga pemikiran, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan elemen masyarakat juga dapat memainkan peran dalam memperkuat hubungan kedua negara.

Madani Malindo II karena itu diarahkan menjadi forum yang tidak berhenti pada diskusi akademik.

Para cendekiawan Muslim dari kedua negara diharapkan mendiskusikan berbagai persoalan kontemporer sekaligus mencari solusi yang substantif. Selain itu, forum ini juga hendak membangun jejaring intelektual Indonesia-Malaysia yang lebih kuat.

108 Peserta dan Tiga Agenda Besar
Persidangan Kedua Madani Malindo akan berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada 20–23 Agustus 2026.

Forum itu akan diikuti 108 peserta, terdiri atas 68 peserta dari Indonesia dan 40 peserta dari Malaysia.

Ada tiga agenda besar yang menjadi fokus pembahasan.

Pertama, Negara Madani dalam Perspektif Teologis, Filosofis, dan Historis.

Kedua, Negara Madani dalam Konteks Negara pada Era Modern.

Ketiga, Kerangka Strategis Perwujudan Negara Madani.

Ketiga agenda itu disusun untuk membawa pembahasan secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi pemikiran hingga penyusunan kerangka strategis yang dapat diterapkan dalam konteks negara modern.

Rangkaian pertemuan dijadwalkan ditutup dengan penyusunan Resolusi Madani Malindo Jakarta 2026.

Dari Persaudaraan Serumpun ke Kekuatan Peradaban
Sejumlah mitra turut mendukung penyelenggaraan Madani Malindo II. Dalam konferensi pers, hadir perwakilan Indofood dan Danamon Syariah. Sementara BNI, Bank Mayapada, dan Alfamart disebut turut berpartisipasi meski tidak menghadiri konferensi pers.

Din Syamsuddin juga berharap kedekatan kedua negara dapat membuka ruang lebih luas bagi produk Indonesia untuk berkembang di Malaysia maupun pasar internasional. Sementara itu, Danamon Syariah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang dinilai dapat memperkuat persatuan antarnegara serumpun.

Madani Malindo merupakan forum yang diinisiasi CDCC dan IKIM untuk mempertemukan intelektual, cendekiawan, akademisi, tokoh organisasi, serta pemangku kepentingan Indonesia dan Malaysia.

Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama keilmuan, membangun persaudaraan kedua negara, sekaligus mendorong kontribusi Asia Tenggara terhadap kemajuan peradaban Islam.

Pertemuan pertama Madani Malindo berlangsung pada Agustus 2025. Persidangan kedua di Jakarta menjadi kelanjutan proses tersebut sekaligus diarahkan untuk mematangkan gagasan peradaban madani (al-hadharat al-madaniyyah) sebagai strategi peradaban yang mempertemukan tradisi dan modernitas.

Melalui pertemuan kedua ini, CDCC dan IKIM berharap kedekatan historis Indonesia-Malaysia dapat berkembang menjadi kekuatan intelektual dan peradaban yang lebih konkret.

Persaudaraan serumpun tidak lagi hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai modal untuk membangun masa depan bersama.

Pada akhirnya, Madani Malindo diharapkan dapat menempatkan Indonesia dan Malaysia bukan semata sebagai dua negara serumpun, tetapi sebagai kekuatan intelektual dan peradaban yang mampu menawarkan gagasan bagi Dunia Islam dan masyarakat global di tengah perubahan menuju tatanan dunia multipolar. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Previous Post

Peta jalan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VIII

Next Post

Rakerwil Muslimat Al Ittihadiyah Jawa Barat ‘Rapatkan Barisan Muslimat Al-Ittihadiyah Wujudkan Harapan “.

Related Posts

Anjuran Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan (Khusuf) dan Amalan Sunnah Terkait
Keislaman

Khutbah ISRA MI‘RAJ & ARAH KEPERADABAN UMAT oleh Mangesti Waluyo Sedjati

January 11, 2026
JELAJAH SEJARAH: Membaca Jejak Pondok Pesantren Aswaja Tertua, Benteng Keilmuan dan Perjuangan Bangsa
Keislaman

JELAJAH SEJARAH: Membaca Jejak Pondok Pesantren Aswaja Tertua, Benteng Keilmuan dan Perjuangan Bangsa

November 2, 2025
Khutbah Jumat
Keislaman

Khutbah Jumat

October 17, 2025
Agus Wicaksono Ajak Bangun Akhlak dan Adab Sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045 dalam Dialog Islam – Khonghucu
Kajian Ekonomi

Agus Wicaksono Ajak Bangun Akhlak dan Adab Sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045 dalam Dialog Islam – Khonghucu

November 2, 2025
SALMAN Al FARISI. Dari pencari kebenaran menjadi arsitek kemenangan
Keislaman

SALMAN Al FARISI. Dari pencari kebenaran menjadi arsitek kemenangan

November 2, 2025
FGD CDCC masyarakat Madani antara idealita dan realita
Keislaman

FGD CDCC masyarakat Madani antara idealita dan realita

August 6, 2025
Next Post
Rakerwil Muslimat Al Ittihadiyah Jawa Barat ‘Rapatkan Barisan Muslimat Al-Ittihadiyah Wujudkan Harapan “.

Rakerwil Muslimat Al Ittihadiyah Jawa Barat ‘Rapatkan Barisan Muslimat Al-Ittihadiyah Wujudkan Harapan “.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKLAN

Kanal

  • Hikmah
  • Kajian Ekonomi
  • Keislaman
  • Mui
  • organisasi
  • photo
  • Uncategorized
Facebook X-twitter Youtube

INFORMASI

  • Gabung Relawan
  • Donasi
  • Agenda
  • Berita

PUBLIKASI

  • Profil
  • Program
  • Hubungi Kami

KONTAK KAMI

  • Kantor Pusat
  • Gedung Trihamas, Jl. Let. Jend. TB. Simatupang Kav. 11
  • Email : dpp@alittihadiyah.or.id
  • Telp: 0811320177

© 2023 Al-Ittihadiyah – Feed + Nation.

No Result
View All Result
  • Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + Nation
  • Keanggotaan
  • Waqaf