• Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + NationUmat
  • Keanggotaan
  • Waqaf
No Result
View All Result
  • Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + NationUmat
  • Keanggotaan
  • Waqaf
No Result
View All Result
Al-Ittihadiyah
No Result
View All Result
Home Keislaman

JELAJAH SEJARAH: Membaca Jejak Pondok Pesantren Aswaja Tertua, Benteng Keilmuan dan Perjuangan Bangsa

AI by AI
November 2, 2025
in Keislaman
0
JELAJAH SEJARAH: Membaca Jejak Pondok Pesantren Aswaja Tertua, Benteng Keilmuan dan Perjuangan Bangsa

Jakarta, 22 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober, sebuah data komprehensif tentang Pondok Pesantren Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) tertua di Nusantara kembali menjadi sorotan. Daftar yang memuat puluhan pesantren ini menunjukkan peran sentral institusi pendidikan Islam tradisional tersebut, tidak hanya sebagai pusat penyebaran ilmu agama, tetapi juga sebagai pilar peradaban dan perjuangan kemerdekaan jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI.

Sejarah mencatat, keberadaan pondok pesantren telah mengakar ribuan tahun di bumi Nusantara. Yang paling mencengangkan adalah Pondok Pesantren Dayah Cot Kala – Peureulak di Aceh, yang konon didirikan pada tahun 899 M, menjadikannya sebagai Pondok Pesantren tertua di Nusantara, bahkan sudah ada sejak zaman Kerajaan Islam Peureulak. Usianya kini diperkirakan mencapai 1.126 tahun.

Perkembangan pesat kemudian menyebar ke Jawa, dengan hadirnya Ponpes Al-Kahfi Somalangu di Kebumen, Jawa Tengah, pada tahun 1475 M. Pondok pesantren yang didirikan oleh Sayyid Abdul Kahfi Al-Hasani dan Sayyid Muhammad Ishom Al-Hasani ini menjadi yang tertua di Jawa, dengan usia lebih dari lima setengah abad.

Memasuki abad ke-17, pesantren tidak hanya menjadi lembaga spiritual. Beberapa di antaranya bahkan berperan aktif dalam melawan penjajah. Contohnya adalah Pondok Pesantren Luhur Dondong di Semarang (1609 M), yang pendirinya, Kyai Syafi’i Pijoro Negoro, merupakan salah satu komandan militer Mataram Islam era Sultan Agung. Begitu juga Pondok Pesantren / Dayah / Ma’had Baitul Maqdis di Aceh (Abad ke-16), yang didirikan bekerja sama dengan Kesultanan Ottoman sebagai sekolah agama berbasis militer untuk melawan VOC. Ma’had ini bahkan melahirkan tokoh pejuang legendaris seperti Laksamana Keumalahayati.

Abad ke-18 dan ke-19 menjadi era keemasan pendirian pesantren di berbagai wilayah, terutama di Jawa Timur dan Jawa Barat. Nama-nama besar seperti Ponpes Sidogiri – Pasuruan (dirintis 1718, berdiri 1745) oleh Sayyid Sulaiman Basyaiban, Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo (1742) oleh Ki Ageng Muhammad Besari, dan Pondok Pesantren Buntet (Cirebon) (1750) oleh Mufti Agung Kyai Muqoyyim, menjadi mercusuar ilmu dan spiritualitas. Di Madura, berdiri Ponpes Nazhatu Thullab / Prajjan (1702), dan di Sidoarjo, ada Ponpes Al-Hamdaniyah Siwalan Panji (1787).

Menjelang kemerdekaan, pesantren-pesantren ini kian berperan dalam membentuk kesadaran kebangsaan dan melahirkan ulama-ulama kharismatik. Pondok Pesantren Bahrul Ulum – Tambak Beras (Jombang) didirikan pada 1838, disusul oleh Ponpes Syeikhuna Kholil – Bangkalan (1861) yang didirikan oleh Syaikh M Kholil, dan yang paling monumental adalah Pondok Pesantren Tebu Ireng – Jombang (1899) yang didirikan oleh Hadratusy-Syaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Pesantren-pesantren dari luar Jawa pun turut mencatatkan sejarahnya, seperti Pondok Pesantren Al-Mushthofawiyah – Purba Baru – Mandailing Natal (1912), Pondok Pesantren Darussalam – Martapura Kalsel (1914), dan Pondok Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang – Sumbar (1923) yang didirikan oleh tokoh perempuan Siti Rahmah El-Yunusiyyah. Bahkan, pondok pesantren modern seperti Darussalam Gontor juga tercatat berdiri pada tahun 1926.

Data ini, yang disusun untuk menyambut Hari Santri, menegaskan bahwa para santri dan pondok pesantren adalah “benteng ummat dan pintu cakrawala keilmuan” yang telah mengawal perjalanan bangsa Indonesia selama berabad-abad, mulai dari masa kerajaan Islam, perjuangan melawan penjajah, hingga menjelang proklamasi kemerdekaan. Peran historis ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan memajukan institusi pendidikan Islam tradisional ini di masa kini.

Selamat Hari Santri 22 Oktober 2025.

Previous Post

Konsolidasi Ketum dengan Ketua DPW Yogyakarta dan Jawa Tengah

Next Post

Wisuda STIT Al-Ittihadiyah

Related Posts

Cendekiawan Indonesia-Malaysia Bahas Negara Madani di Tengah Dunia Multipolar
Keislaman

Cendekiawan Indonesia-Malaysia Bahas Negara Madani di Tengah Dunia Multipolar

August 16, 2026
Anjuran Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan (Khusuf) dan Amalan Sunnah Terkait
Keislaman

Khutbah ISRA MI‘RAJ & ARAH KEPERADABAN UMAT oleh Mangesti Waluyo Sedjati

January 11, 2026
Khutbah Jumat
Keislaman

Khutbah Jumat

October 17, 2025
Agus Wicaksono Ajak Bangun Akhlak dan Adab Sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045 dalam Dialog Islam – Khonghucu
Kajian Ekonomi

Agus Wicaksono Ajak Bangun Akhlak dan Adab Sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045 dalam Dialog Islam – Khonghucu

November 2, 2025
SALMAN Al FARISI. Dari pencari kebenaran menjadi arsitek kemenangan
Keislaman

SALMAN Al FARISI. Dari pencari kebenaran menjadi arsitek kemenangan

November 2, 2025
FGD CDCC masyarakat Madani antara idealita dan realita
Keislaman

FGD CDCC masyarakat Madani antara idealita dan realita

August 6, 2025
Next Post
Wisuda STIT Al-Ittihadiyah

Wisuda STIT Al-Ittihadiyah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IKLAN

Kanal

  • Hikmah
  • Kajian Ekonomi
  • Keislaman
  • Mui
  • organisasi
  • photo
  • Uncategorized
Facebook X-twitter Youtube

INFORMASI

  • Gabung Relawan
  • Donasi
  • Agenda
  • Berita

PUBLIKASI

  • Profil
  • Program
  • Hubungi Kami

KONTAK KAMI

  • Kantor Pusat
  • Gedung Trihamas, Jl. Let. Jend. TB. Simatupang Kav. 11
  • Email : dpp@alittihadiyah.or.id
  • Telp: 0811320177

© 2023 Al-Ittihadiyah – Feed + Nation.

No Result
View All Result
  • Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + Nation
  • Keanggotaan
  • Waqaf