
Refleksi Kebangsaan Forum Pemuda Islam Nasional : Dorong Asta Cita Terlaksana untuk Rakyat dan jaga kondusivitas bangsa
*Jakarta, 26 Agustus 2026 , Semangat kebangsaan dan komitmen menjaga persatuan menjadi pesan utama dalam Agenda Refleksi Kebangsaan Forum Organisasi Pemuda Islam Lintas Organisasi yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta , Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah organisasi kepemudaan Islam, di antaranya Barisan Muda Al-Ittihadiyah, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Pemuda Hidayatullah serta elemen pemuda Islam lainnya.
Ketua Umum Barisan Muda Al-Ittihadiyah, Berry Kurniawan, menegaskan bahwa refleksi kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pemuda Islam harus menjadi bagian dari solusi bangsa. Kami mendorong agar Asta Cita pemerintah benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan, membuka kesempatan bagi generasi muda dengan memperkuat ekonomi masyarakat, serta menghadirkan keadilan sosial dan penegakan hukum, menjaga sumberdaya alam, dan membangun kedaulatan pangan ujar Berry Kurniawan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa. Pemuda Islam memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal agenda pembangunan secara konstruktif, kritis, dan solutif.
Berry juga menekankan pentingnya menjaga **kondusivitas bangsa** di tengah berbagai dinamika sosial, politik, dan ekonomi. Perbedaan pilihan maupun pandangan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.
“Bangsa ini dibangun dengan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, tugas generasi hari ini adalah menjaga Indonesia tetap damai, bersatu dan bergerak maju. Kritik boleh, perbedaan pendapat boleh, tetapi persatuan dan kepentingan rakyat harus menjadi kepentingan bersama,” tegasnya.
Momentum refleksi di TMP Kalibata juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Generasi muda, khususnya pemuda Islam, perlu meneruskan perjuangan tersebut melalui kerja nyata, pengabdian sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kontribusi dalam pembangunan nasional.
Forum Organisasi Pemuda Islam Lintas Organisasi berkomitmen menjadikan persatuan sebagai kekuatan bersama untuk merawat kebangsaan. Kolaborasi lintas organisasi diharapkan dapat melahirkan berbagai gagasan dan gerakan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dari perjuangan para pahlawan, kita belajar bahwa Indonesia dibangun dengan persatuan. Kini giliran pemuda menjaga persatuan itu, mengawal pembangunan, dan memastikan kemajuan bangsa benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat.”









