**JAKARTA, 21 Oktober 2026** — Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum Barisan Muda Al-Ittihadiyah menegaskan pentingnya memperkuat implementasi Asta Cita melalui swasembada pangan, hilirisasi energi, dan pembangunan infrastruktur ketahanan air yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, capaian program strategis pemerintah menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian nasional di tengah ketidakpastian pasar global akibat dinamika geopolitik.
**Di sektor pangan**, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar **34,69 juta ton**, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi jagung mencapai sekitar 16,11 juta ton, melampaui kebutuhan yang tercatat sekitar 15,64 juta ton. Capaian tersebut memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
**Di sektor energi**, implementasi biodiesel B40 sepanjang 2025 mencapai 14,2 juta kiloliter. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan program ini menekan impor solar sekitar 3,3 juta kiloliter, menghemat devisa Rp130,21 triliun, serta meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) melalui pengolahan menjadi biodiesel.
**Di sektor air**, Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas sekitar **589.605,8 hektare sepanjang 2025**. Infrastruktur tersebut berperan penting dalam menjaga pasokan air bagi lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, dan mendukung ketahanan pangan.
“Capaian di sektor pangan dan energi menunjukkan pentingnya memperkuat produksi dalam negeri serta meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional. Sementara itu, pembangunan infrastruktur air harus terus dilanjutkan karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penopang ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen pemerintahan Prabowo–Gibran dalam mengimplementasikan Asta Cita perlu terus diperkuat melalui program yang tepat sasaran, pengawasan yang transparan, dan pemerataan manfaat hingga ke daerah.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam mendukung agenda tersebut melalui inovasi pertanian, kewirausahaan, pengembangan teknologi energi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Barisan Muda Al-Ittihadiyah mendukung pembangunan yang berorientasi pada kemandirian bangsa. Kita perlu memastikan bahwa swasembada pangan, hilirisasi energi, dan penguatan ketahanan air tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata berupa kesejahteraan petani, kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kebutuhan dasar masyarakat yang semakin terjamin,” tutupnya.





