• Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + NationUmat

    Feed + Nation Menjadi gerakan pembaharuan untuk Indonesia yang dimulai dari pergerakan Ummat oleh Al Ittihadiyah.

    Pilar Pendidikan & Dakwah

    • Agenda
    • Kajian Harian
    • Materi Masjid

    Pilar Sosial

    • Agenda
    • Kajian Harian
    • Materi Masjid

    Pilar Ekonomi

    • Agenda
    • Kajian Harian
    • Materi Masjid
  • Keanggotaan
  • Waqaf
No Result
View All Result
  • Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + NationUmat

    Feed + Nation Menjadi gerakan pembaharuan untuk Indonesia yang dimulai dari pergerakan Ummat oleh Al Ittihadiyah.

    Pilar Pendidikan & Dakwah

    • Agenda
    • Kajian Harian
    • Materi Masjid

    Pilar Sosial

    • Agenda
    • Kajian Harian
    • Materi Masjid

    Pilar Ekonomi

    • Agenda
    • Kajian Harian
    • Materi Masjid
  • Keanggotaan
  • Waqaf
No Result
View All Result
Al-Ittihadiyah
No Result
View All Result
Home Keislaman

Khutbah ISRA MI‘RAJ & ARAH KEPERADABAN UMAT oleh Mangesti Waluyo Sedjati

AI by AI
January 11, 2026
in Keislaman
0
Anjuran Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan (Khusuf) dan Amalan Sunnah Terkait
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

🇮🇩🌙 *ISRA MI‘RAJ & ARAH KEPERADABAN UMAT*

*Dari Disiplin Shalat ke Kepemimpinan Dunia yang Beradab*

✍️ *Mangesti Waluyo Sedjati*
_Sekjen DPP Al-Ittihadiyah | Ketua Majelis Ilmu Baitul Izzah_
_Surabaya, 10 Januari 2026_

_Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh._

*Sahabat yang dirahmati Allah,*
Kita sering memperingati Isra Mi‘raj sebagai kisah mukjizat yang menggetarkan. Tapi sering juga tanpa sadar kita _mempersempitnya_: berhenti pada “langit”, padahal Isra Mi‘raj justru mengajari “arah” *naik untuk membenahi jiwa, lalu turun untuk membenahi bumi.*

Dalam bahasa yang sederhana: *Isra Mi‘raj bukan sekadar cerita spiritual. Ia peta peradaban*.
Ia mendidik manusia dari dalam, lalu menuntun manusia mengelola dunia dengan adil.

*1) Dari Isra Mi‘raj ke Shalat: fondasi peradaban itu bukan slogan*

Pesan paling nyata dari Isra Mi‘raj adalah *_shalat_*. Bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai *mesin pembentuk karakter*: _disiplin, jujur, tertib, tahan godaan_, dan _kuat memikul amanah_.

Karena itu, shalat yang hidup seharusnya melahirkan manusia yang:
• *tidak mudah menipu*,
• *tidak mudah memakan yang haram,*
• *tidak menyalahgunakan kuasa,*
• *dan tidak menjual prinsip demi kenyamanan.*

*_Inilah inti yang sering dilupa:_* sebelum bicara “kepemimpinan umat”, Isra Mi‘raj menuntut *_kualitas manusia._*

*2) Masjidil Aqsha: kepemimpinan risalah, bukan arogansi identitas*

Tulisan-tulisan populer sering menyebut Nabi ﷺ menjadi imam para nabi sebagai *“simbol kepemimpinan global”.* Itu benar sebagai simbol tetapi simbol itu harus dipahami dengan adab:

Kepemimpinan Islam pertama-tama adalah *kepemimpinan risalah*: _menyambung_ dan _menyempurnakan tauhid_, bukan membangun superioritas yang merendahkan manusia.

Masjidil Aqsha adalah simpul sejarah risalah para nabi. Maka pesan kepemimpinannya jelas: *teguh dalam prinsip, adil dalam perlakuan, dewasa dalam mengelola perbedaan*.

*3) Madinah: ketika nilai berubah jadi tata kelola*

Kalau Isra Mi‘raj menguatkan jiwa, maka Madinah membuktikan: iman tidak berhenti di hati, tapi menjadi *aturan hidup bersama*.
Di Madinah, Islam tampil sebagai _tata kelola beradab_: keamanan, hak, kewajiban, dan mekanisme penyelesaian konflik.

*Piagam Madinah* sering dibaca sebagai contoh pengelolaan masyarakat majemuk: bukan sekadar “toleransi”, tetapi *kemajemukan yang diikat oleh keadilan dan ketertiban hukum* (Watt, 1956; Mohamed Bin Ali, 2016).

Nah, dari sini kita belajar: *peradaban tidak lahir dari emosi, tapi dari institusi dan aturan yang amanah.*

*4) Kritik yang harus jujur: dunia modern memang timpang, tapi umat juga punya PR besar*

Benar, tata kelola global sering menunjukkan standar ganda. Ketimpangan ekonomi melebar, dominasi kuat atas lemah masih terjadi. Bahkan para pemikir Barat sendiri memberi alarm:
• Stiglitz mengkritik globalisasi yang dikelola kepentingan kuat karena dapat memperparah ketimpangan dan instabilitas (Stiglitz, 2002).
• Piketty menunjukkan kecenderungan akumulasi modal yang membuat jurang kaya-miskin melebar bila tidak ada koreksi kebijakan (Piketty, 2014).

Tapi kritik paling _tajam_ harus diarahkan juga ke internal umat:

*Musuh terbesar peradaban umat sering bukan “mereka”, tapi kerapuhan kita sendiri.*

Kita sering:
• kuat di slogan, lemah di integritas,
• ramai di debat, miskin di kolaborasi,
• bangga pada simbol, lalai membangun institusi,
• ingin perubahan besar, tapi tidak sabar membangun “tangga” perubahan.

*5) Arah kepemimpinan umat yang beradab: 3 lingkar kerja yang realistis*

Kalau kita ingin umat kembali punya wibawa global, jalannya bukan sekadar “marah pada dunia”. Jalannya adalah kerja berlapis:

*A) Kepemimpinan moral (membangun manusia)*

Mulai dari karakter: jujur, amanah, disiplin, menolak haram meski ada peluang.

*B) Kepemimpinan institusional (membangun mesin peradaban)*

Pendidikan, riset, ekonomi produktif, lembaga sosial, dan tata kelola bersih.
Umat besar tanpa institusi kuat akan tetap jadi *_pasar_*, bukan _*pemain.*_

*C) Kepemimpinan kolaboratif lintas-negara*

Kerja sama dunia Islam pada pendidikan, industri halal, kemanusiaan, dan diplomasi berbasis data.
Kalau ingin dihormati dunia, tunjukkan *_kinerja_*, bukan hanya klaim.

*6) Dalil penguat: amanah, syūrā, dan tanggung jawab kepemimpinan*

Arah peradaban itu punya pagar yang tegas:

*Dalil 1 – Amanah & keadilan dalam urusan publik*

﴿إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُوا۟ بِٱلۡعَدۡلِ﴾

*Inna llāha ya’murukum an tu’addū al-amānāti ilā ahlihā wa idzā ḥakamtum bayna an-nāsi an taḥkumū bil-‘adl*

_“Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkan dengan adil.”_
(QS. an-Nisā’ [4]: 58)

*Dalil 2 – Metode kepemimpinan: syūrā*

﴿وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ﴾

*Wa shāwirhum fī al-amr*
_“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”_
(QS. Āli ‘Imrān [3]: 159)

*Dalil 3 – Tanggung jawab kepemimpinan (skala keluarga sampai negara)*

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

*Kullukum rā‘in wa kullukum mas’ūlun ‘an ra‘iyyatihi*
_“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”_
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)

*7) Rekomendasi strategis yang bisa langsung dikerjakan (tanpa menunggu “sempurna”)*

Agar Isra Mi‘raj tidak berhenti jadi seremoni tahunan, mari ubah jadi gerakan perbaikan:

✅ *Untuk diri & keluarga*
• jadikan shalat pusat disiplin hidup (waktu, akhlak, kejujuran)
• biasakan transaksi halal, anti manipulasi, anti tipu-tipu kecil

✅ *Untuk komunitas/majelis/ormas*
• bangun kultur syūrā: mendengar, menimbang, bukan kultus
• dorong pendidikan & literasi ekonomi umat (agar tidak jadi korban sistem)

✅ *Untuk institusi umat*
• perkuat program riset, beasiswa, dan pusat keahlian
• perbanyak gerakan filantropi yang profesional & terukur dampaknya

✅ *Untuk jejaring lintas wilayah*
• kolaborasi ekonomi halal (supply chain, standardisasi, pembiayaan)
• kolaborasi kemanusiaan yang cepat, transparan, dan akuntabel

*Penutup reflektif: Isra Mi‘raj mengajari “naik untuk tunduk, turun untuk melayani”*

*Sahabatku,*
Kalau umat ingin kembali punya wibawa, jangan mulai dari marah. Mulailah dari *membenahi manusia* dan *membenahi tata kelola.*

Karena dunia tidak menghormati umat hanya karena klaim.
Dunia menghormati umat ketika melihat *keadilan yang nyata, ilmu yang kuat*, dan *akhlak yang konsisten.*

Semoga Isra Mi‘raj tahun ini menjadi momen kita memperbaiki arah:
*shalat menghidupkan hati – hati melahirkan akhlak – akhlak membangun institusi – institusi menghadirkan peradaban.*

_Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh._

🔗 *Link rujukan versi panjang:*
https://www.facebook.com/share/p/1BsqvapJfM/?mibextid=wwXIfr

Previous Post

91 Tahun AlIttihadiyah Manifesto Pemulihan Bangsa

Next Post

Keluarga Besar Al-Ittihadiyah memperingati Isra Mi’raj 1447 Hijriah

Next Post
Keluarga Besar Al-Ittihadiyah memperingati Isra Mi’raj 1447 Hijriah

Keluarga Besar Al-Ittihadiyah memperingati Isra Mi'raj 1447 Hijriah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kantor Pusat

Gedung Trihamas, Jl. Let. Jend. TB. Simatupang Kav. 11

Email : dpp@alittihadiyah.or.id

Telp: 0811320177

© 2023 Al-Ittihadiyah – Feed + Nation.

No Result
View All Result
  • Al Ittihadiyah
    • Sambutan Ketua Umum XX
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
  • Pilar
    • Pilar Pendidikan dan Dakwah
    • Pilar Sosial
    • Pilar Ekonomi
  • Feed + Nation
  • Keanggotaan
  • Waqaf

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.